Monday, February 20, 2012

#SMGobah! Semarang, Kota Niaga yang Beridentitas


Senin dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB, saya terbangun dan menemukan tagar #SemarangObah yang berarti dalam bahasa Indonesia, Semarang Bergerak ini menghiasi kolom interaksi twitter saya. Selidik punya selidik ternyata tagar ini diawali oleh tweet dari teman saya yang notabene juga senior saya jaman SD, mas Khaleed (twitter: @khaleed_hp) , dan postingannya itu seperti ini

@gondrongg beberapa waktu lalu pernah ngobrol2 sama MG (I guess it must be Mas Gatot Hendraputra) , Semarang butuh wadah dan identitas. Yuk sedikit demi sedikit bikin #SemarangObah 
Pencarian pun berlanjut sembari membalas postingan2 yang mengajak saya kedalam pergerakan ini dan akhirnya, saya paham, apa maksud dari tagar #SemarangObah ini . Intinya mengkoneksikan komunitas, penggiat, dan juga pemuda yang peduli buat kemajuan semarang. Sebagai ajang silaturahmi, hal simpelnya itu begini, saling dateng ke acara komunitas sebagai bentuk dukungan. Tapi tanpa memaksa. Kalo dalam bahasa jawanya, “Nek lego lan teko, syukur alhamdulillah. Nek lagi ora iso, yo rakpopo” ( Kalo senggang datang, syukur alhamdulillah, jika sedang berhalangan ya tak apa).Intinya sebagai rangsangan buat pemuda Semarang untuk bisa lebih memajukan semarang. Meng apresiasi karya pemudanya yang ingin memberikan kontribusi kepada kota Semarang yang tercinta ini.


Sejauh ini #SemarangObah masih bentuk pemikiran dan akan lebih dibentuk olen beberapa pemuda kota Semarang, tapi ga menutup kemungkinan yang lain kalo pengen berkontribusi juga, bagaimanapun arah suatu kota itu ditentukan oleh para pemudanya bukan? Kalo kata si penggiat gerakan Indonesia Berkebun, Pak Ridwan Kamil, Pmuda itu bisa memberi pengaruh besar ke lingkungan kalau bersatu, se visi, dan searah. Dalam konteks #SemarangObah ini, sudah barang tentu didasari oleh “cinta kota Semarang”.


Bayangkan saja, jikalau pemuda di kota semarang ini dikoneksikan (notabene: mereka punya peran masing2) pasti bisa lebih blow up kota ini dan menstimulasi pemuda-pemuda yang lain untuk berkreasi. Kita ambil contoh, bayangkanlah jika pemuda dengan perannya masing-masing dan mereka memiliki peran sbb,
1. Si A yang punya jaringan luas dengan perusahan sponsor
2. Si B yang punya kepiawaian melobi pihak pemerintah buat dukung acara
3. Si C yang punya keahlian entertaint (StandUpComedy, Band, MC)
4. Si D yang punya kahlian dibidang social media, dan paling jago bikin media buzzer
5. Si E yang punya network ke media
Dan akhirnya suatu saat ada yg punya ide, dan konsep unik tentang sebuah event. Nah karena sudah saling kenal, walhasil satu sama lain saling dukung, well pastinya bakalan terjalin sinergi dan semuanya jadi lebih mantap bukan? Balik lagi, ini semua awalnya dari silaturahmi yang tadi itu, “saling dateng ke acdara komunitas sebagai bentuk dukungan” .

Apresiasi atau jadi wadah itu urusan nanti, biar kita lihat perkembangan dulu. Anak-anaknya punya respon positif atau skeptis (Mari kita rubah paradigma orang Semarang yang apatis yuk ;) ) . Ini akan jadi pengaruh postif ke kota ini, saya yakin. Well, Its up to them? To be or not to be. Lets support this movement!

Beberapa penampakan #SemarangObah di linimasa

"yang penting semua bisa satu padu,berkumpul bersama,mempunyai visi yang semua untuk #SemarangObah" by: @wisdamilky

"Samboedi adl seorang drummer kenamaan yg pd akhirny pulang ke Semarang krn saking cintanya beliau dgn kota ini. #SemarangObah " by: @hingaar

"@khaleed_hp @gondrongg pengen gitu suatu saat ada satu festival bersama dari berbagai komunitas dengan tajuk #SemarangObah " by: @wonderkid31

photos: YouthTalk! and Jazz Sore-Sore Event

Post a Comment